Novel Teenlit

    Author: Ady Ahmed Genre: »
    Rating

    Fenomena TeenLit dimulai sekitar tahun 2004. Kaum remaja putri yang haus akan bacaan yang sesuai dengan jiwa mereka (gue banget) menyambutnya dengan antusias. Hal ini tampak dari tingginya angka penjualan TeenLit. Hanya dalam waktu kurang lebih 15 bulan, Gramedia sukses menjual 520 ribu ekslempar dari 34 judul TeenLit yang diterbitkannya.

    Apa sebenarnya yang terjadi di balik fenomena ini?
    Para remaja mengakui bahwa kegandrungan mereka terhadap TeenLit disebabkan oleh cerita dan bahasanya yang gue banget. Hal ini tidak mengherankan karena sebagian besar pengarang-pengarang TeenLit sendiri masih remaja atau paling tidak anak muda. Mereka dapat bercerita dengan fasih tentang lika-liku kehidupan remaja sehingga para remaja yang membaca karya-karya mereka merasa dekat dan akrab.

    Akan tetapi, karya-karya segelintir pengarang TeenLit yang sudah dewasa juga berhasil meraih predikat best-seller. Dua di antaranya adalah Fairish karya Esti Kinasih (33 tahun) dan Tunangan? Hmm… karya Agnes Jessica (30 tahun).

    Perbedaan usia dan generasi tentu dengan sendirinya membuat perbedaan-perbedaan tertentu dalam TeenLit karya pengarang remaja dengan TeenLit karya pengarang dewasa. Makalah ini membahas perbedaan gaya bahasa di antara keduanya. Gaya bahasa yang saya maksud meliputi kata ganti orang; pilihan kata; tanda baca; dan penggunaan bahasa asing.

    Karya-karya yang digunakan sebagai bahan penelitian adalah Tunangan? Hmm… dan Me vs High Heels! Aku vs Sepatu Hak Tinggi! karya Maria Ardelia (16 tahun). Alasan saya memilih karya-karya mereka adalah karena keduanya diterbitkan pada tahun 2004 oleh penerbit yang sama (Gramedia) dan menjadi best-seller. Selain itu, meskipun Maria Ardelia murid (alumni SMU St. Theresia) sedangkan Agnes Jessica guru (mantan guru matematika di SMUK I dan SMUK IV BPK Penabur Jakarta), kedua pengarangnya sama-sama berlatar belakang sekolah Katolik.

    Definisi TeenLit

    Istilah TeenLit diambil dari kata “teenager” dan “literature”. Kata “teenager” sendiri merupakan gabungan dari kata “teens”, “age”, dan sufiks “-er”. “Teens” berarti “dari berumur 13 hingga 19 tahun”[2], “age” berarti “usia; umur”, dan sufiks “-er” kurang lebih dapat disetarakan dengan prefiks “pe-“ dalam bahasa Indonesia. “Literature” berarti “kesusasteraan; buku-buku”[3] atau, yang lebih sesuai dengan konteks, “bacaan”. Berdasarkan penjabaran ini, TeenLit dapat didefinisikan sebagai bacaan untuk mereka yang berusia antara 13 hingga 19 tahun.

    Dalam masyarakat Indonesia, mereka yang berusia antara 13 hingga 19 tahun biasa disebut remaja. Umumnya, remaja masih duduk di bangku sekolah menengah (SMP dan SMA) atau tahun-tahun pertama bangku kuliah. Remaja ini pulalah yang menjadi pangsa pasar TeenLit karena buku-buku TeenLit berisi tentang remaja, remaja, dan remaja. Hal tersebut relevan dengan definisi yang diberikan oleh Sitta Karina (Arie), penulis TeenLit best-seller berjudul Lukisan Hujan. Menurut Arie, teenlit itu kisah seputar remaja, mengenai kisah percintaannya, romantisnya, kehidupannya, khayalannya, impiannya dan lingkup remaja ini sendiri dari anak SMP sampai dengan anak kuliahan[4].

    Sejauh ini, buku-buku yang digolongkan ke dalam TeenLit hanyalah berbentuk novel dan kumpulan cerpen. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan akan adanya TeenLit dalam bentuk-bentuk lainnya, misalnya kumpulan puisi.

    Asal TeenLit
    Beberapa orang beranggapan bahwa TeenLit merupakan “turunan” atau “adik” dari ChickLit, yaitu bacaan modern bagi wanita dewasa. Ini tidak salah karena memang Gramedia membuat istilah ini tidak lama setelah meledaknya ChickLit.

    Akan tetapi, buku-buku yang dikategorikan sebagai TeenLit bukan hanya yang diterbitkan oleh Gramedia. Bahkan dapat dikatakan bahwa pelopor TeenLit adalah novel Eiffel… I’m In Love karya Rachmania Arunita yang diterbitkan oleh Terrant Books. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2001 ketika pengarangnya masih berusia 16 tahun, tapi baru meledak dua tahun kemudian. Keterlambatan ini mungkin disebabkan oleh promosi dan distribusinya yang kurang bagus (Terrant Books masih merupakan penerbit kecil saat itu).

    Pada awal tahun 2004, Gramedia mulai menerbitkan novel-novel remaja dengan label TeenLit. Novel-novel pertama dalam label ini merupakan novel-novel terjemahan, contohnya adalah E Love karya Caroline Plaisted yang diterjemahkan menjadi Kisah Cinta Pertama Lewat Internet. Baru pada bulan April 2004, Gramedia menerbitkan TeenLit karya pengarang Indonesia pertamanya, yaitu DeaLova karya Dyan Nuranindya (18 tahun). DeaLova langsung meledak dan mengalami cetak ulang hanya dalam waktu dua minggu. Kesuksesan ini disusul oleh Me vs High Heels! Aku vs Sepatu Hak Tinggi! karya Maria Ardelia (16 tahun) dan Fairish karya Esti Kinasih (33 tahun).

    Sebuah penerbit baru, yaitu KataKita, ikut terjun ke dalam fenomena ini. Cetakan pertama Nothing But Love Semata Cinta karya Laire Siwi Mentari (16 tahun) juga habis dalam waktu dua minggu. Seperti halnya Terrant Books, KataKita tidak memberi label apa pun pada novel-novel remajanya.

    Pada akhir tahun 2004, penerbit-penerbit lain menyusul. Agak terlambat memang, tapi mereka juga sedikit banyak merasakan imbas dari fenomena TeenLit. Kebanyakan penerbit ini memberi label yang berbeda-beda pada novel-novel remajanya, misalnya Teen’s Heart (Elex Media), Teenlit Populer (Puspa Swara), Teens Only (Grasindo), New Teenlit (Diadit Media). Tahun 2006 ini bahkan muncul label Teenlit Islami (Puspa Swara) dan Muslim TeenLit (Tiga Serangkai).

    Contoh TeenLit
    Tidak banyak TeenLit terjemahan di Indonesia. Sebagian besar diterbitkan oleh Gramedia. Contohnya adalah Teen Idol (Idola Remaja) karya Meg Cabot, The Boy of My Dreams (Cowok Idaman) karya Dyan Sheldon, dan Looking for Alibrandi (Mencari Jati Diri) karya Melina Marchetta.

    Contoh TeenLit karya pengarang Indonesia yang telah diterbitkan adalah Dengerin Dong, Troy! karya Ade Kumalasari (Gramedia), Boys Addicted karya Christia Dharmawan (Puspa Swara), Scorpio Time karya Sasya Fitrina (Grasindo), Amore karya Margaret (GagasMedia), Miss Jablai karya Gari Rakai Sambu (Media Pressindo), dan Behind The Scenes Story karya El Ovio (Elex Media).

    Definisi Pengarang Remaja untuk TeenLit
    Pengarang remaja untuk TeenLit berarti remaja yang TeenLit karangannya telah diterbitkan. Remaja berarti yang pelajar sekolah menengah atau anak berusia sekitar 13 sampai 19 tahun. Pengarang yang berusia awal dan pertengahan 20-an tahun yang masih berpenampilan dan berpola pikir seperti remaja juga bisa dikategorikan sebagai pengarang remaja.

    Beberapa Nama dan Karya Pengarang Remaja untuk TeenLit
    Ada banyak pengarang remaja untuk TeenLit. Beerapa di antaranya adalah Gisantia Bestari yang menerbitkan Cinta Adisty pada tahun 2004 (13 tahun) dan Backstreet pada tahun 2005 (14 tahun); Virsa atau Baiq Vira Safitri yang menerbitkan Show Me Da Luph With Mocca pada tahun 2005 (18 tahun); Laire Siwi Mentari yang menerbitkan Nothing But Love pada tahun 2004 (16 tahun) dan Aphrodite pada tahun 2005 (17 tahun).

    Definisi Pengarang Dewasa untuk TeenLit
    Pengarang remaja untuk TeenLit berarti orang dewasa yang TeenLit karangannya telah diterbitkan. Orang dewasa dalam konteks ini berarti dewasa dari faktor usia (paling tidak berusia akhir 20-an tahun), penampilan, figur, dan pola pikir.

    Beberapa Nama dan Karya Pengarang Dewasa untuk TeenLit

    Pengarang dewasa untuk TeenLit tidak sebanyak pengarang remaja untk TeenLit. Beberapa di antaranya adalah Hilman (37 tahun) yang menerbitkan Cewek Mal pada tahun 2004; Agnes Jessica yang menerbitkan Tunangan? Hmm… pada tahun 2004 (30 tahun); Esti Kinasih yang menerbitkan Fairish pada tahun 2004 (32 tahun) dan Cewek!!! pada tahun 2005 (33 tahun).

    Sumber

    5 Responses so far.

    1. Waah!! Lengkap banget ulasannya... :D
      Aku juga hidup di era awal bangkitnya teenlit, tahun 2004-an.. Jaman2 SMP.. ^__^
      Mudah-mudahan makin berjaya yaa novel teenlit Indonesia.. ^__^

      Oh, ya.. Buat yang pengen baca-baca novel gratis, mampir ke sini yuk! ;)

      http://nayacorath.wordpress.com

    2. Ady Ahmed says:

      Amiiin...

      Oke siiip...

    3. cara menerbitkan novel ke teenlit gimana? bisa pake via email nggak?

    4. Ady Ahmed says:

      @Tri: biasanya penerbit menentukan pengiriman naskah berupa hardcopy, setelah disetujui baru diminta softcopynya... :)

    5. thanks ats info na gan..
      oh ya mampir ke http://downloadnovelheyna.blogspot.com

    Leave a Reply

    Silakan berkomentar dengan baik dan benar...
    Terima kasih atas kunjungan dan sekelumit komentarnya... :)

    Pengikut

    Copyright and Disclaimer

    © All pictures and text on the adyfir1428.blogspot.com are copyright. Copyright is vested in the My Free Copyright (myfreecopyright.com).

    You may download anything on these pages for your own personal, non-commercial use, including using the pictures on your own website if a copyright notice is included.

    For any other purpose please contact: Ady Ahmed on Facebook.